Senin, 20 Februari 2023

ODIH HASAN - POTO

 



Nabi yang hilang 


Cinta punya jalannya sendiri. Melalui air mata, senyuman dan gores kerinduan. Atap tempat berteduh, lorong kecil, dan sisa suara hujan hanya saksi diatas jalan cinta. 


Begitulah mungkin kenangan tentang madinah merasuk jauh ke hati siapapun yg pernah mengunjunginya. Walau hanya tiga empat hari. Sebab didalamnya bertebaran cerita tentang cinta dan kerinduan kepada penghuni paling baik diatas tanahnya. 


Maka terbayanglah kerapuhan hati bilal yg tidak sanggup menatap jalan madinah, memandang langitnya,  menyentuh mihrab di raudhah Rasulullah, setelah beliau pergi. 


Kehilangan fisik rasulullah saja begitu menyiksa. Walau ada pertemuan lagi di surga nanti. Jaminannya sudah ada suara: terompah. Yah,  Nabi saw sudah bercerita kepadanya.


Itu cerita bilal. Ada lagi cerita sahabat yg tak sanggup berpisah sehari saja dengan Nabi saw. Ada juga Zaid Bin Haritsah yg di cela ayahnya, mengapa memilih hidup tetap keterasingan di mekkah.


Itu semua cerita tentang cinta. Yg punya jalannya sendiri. Adapun hati kita. Mungkin tidak ada cerita. Sebab tidak ada cinta. Kita berkali kali menjauh. Tidak mengijinkan cinta nabi bertamu. Berlari dari uswah hasanah. Terperdaya pesona lain. Lalu Rasululloh-pun bener-benar menghilang. Tidak membekas. 


Panggilah lagi kerinduan. Intiplah lagi jalan cinta. Lalu rasakan energi shalawatmu akan lebih kuat. Agar Nabi saw tidak pernah hilang lagi. 


ODIH HASAN - POTO

 


ODIH HASAN - POTO

 


Shanum Latisha Hasan - Poto

 


Shanum Latisha Hasan - Poto

 


Shanum Latisha Hasan - Poto

 


Shamum Latisha Hasan - Poto

 


Shanum Latisha Hasan - poto

 


Shanum Latisha Hasan - Poto